DAN FITNAH PUN DITEBARKAN

Ketimbang mengadu gagasan, maka lebih baik kampanye hitam yang dibuat. Murah, dan punya hasil yang jelas buat calon pemilih… yaitu menyesatkan cara berpikir (syukur-syukur jika disebarkan kembali) dan berharap memilih pasangan yang dikehendaki.

Kalau saya konsen untuk meluruskan berita terhadap fitnah yang ditujukan kepada Anies, itu semata-mata karena saya memang mendukung dia. Jika anda mendukung pasangan lainnya, silakan saja ungkapkan hal yang sama, yang merugikan calon yang kita dukung.

ahok-anies

Setelah kasus surat dukungan untuk menjadikan Jakarta menegakkan Syariah, kemudia disusul oleh spanduk yang senada, kini muncul sebuah video di youtube ini, menampilkan Eep Saefulloh Fatah, konsultan politik pasangan Anies – Sandi. Dalam video tersebut seolah-olah, disebutkan bahwa Eep menyerukan agar Ahok dikalahkan dengan cara yang sama dengan yang dilakukan oleh partai FIS di Aljazair, dengan melakukannya melalui gerakan dari Masjid ke masjid.

Apakah video tersebut benar menggambarkan hal tersebut? Tentu saja video itu sama sekali tidak benar. Silakan lihat video lengkapnya dalam link lengkapnya.

Pertama yang perlu dipahami, video ini dibuat dalam acara sebuah diskusi di Masjid Al-Azhar pada tanggal 27 Agustus 2016. Pada saat tersebut, baik Agus Yudhoyoo maupun Anies Baswedan belumlah disebut-sebut sebagai calon gubernur. Sehingga yang sudah dipastikan menjadi calon Gubernur adalah Ahok. Sementara Agus dan Anies, keduanya baru positif sebagai calon dadakan yang tidak diperkirakan sebelumnya, sebulan sesudah diskusi tersebut diadakan.

 Video ini adalah potongan yang membentuk sebuah cerita yang tidak benar. Video dibuat dengan cara memotong beberapa bagian dan menyambungkan bagian-bagian yang dikehendaki, sehingga menjadikannya seolah satu cerita yang berurutan. Tema yang dibicarakan oleh Eep di dalam diskusi tersebut adalah umat Islam dan kontestasi politik. Dalam kontestasi politik tersebut, Eep menyebutkan, bukanlah kontes pemilihan politik, tetapi suatu proses terus menerus yang harus disadari dalam setiap kebijakan politik yang diambil pemerintah. Apakah kebijakan tersebut telah memenuhi hak-hak masyarakat (umat islam dalam hal ini adalah bagian di dalamnya), atau belum. Kemudian Eep mengambil sebuah contoh dari fenomena yang terjadi di AlJazair yang menjadikan partai FIS (Front Islamic du Salut) di Aljazair menang dalam pemilihan umum. Partai FIS menang karena melakukan penyadaran akan hak-hak konstituen mereka (umat islam) yang belum terpenuhi atau diabaikan oleh pemerintag Al Jazair saat itu.  Metode penyadaran akan hak-hak politik tersebut dilakukan dari masjid ke masjid.

Contoh gerakan FIS yang diungkapkan oleh Eep kemudian berakhir. Kemudian Eep melanjutkan kembali diskusi yang tidak sama sekali bisa ditangkap secara langsung apa hubungannya dengan penjelasan Eep berikutnya.

Penjelasan Eep berikutnya adalah cerita bagaimana dia saat pilkada DKI 2012 memenangkan Jokowi, begitu juga pada pilpres 2014. Nah dalam konteks inilah kemudian Eep dalam pidatonya mengungkapkan strategi-strategi pemenangan Jokowi yang harus diterapkan dalam mengalahkan Ahok, siapa pun lawannya. Ya, siapapun lawannya karena pada saat itu Eep bukanlah onsultan plitik Anies Baswedan yang belum muncul sama sekali. Karena itulah, dia mengungkapkan bahwa penilaian ahok harus dikalahkan karena karakter arogannya adalah pendapat pribadi dia sendiri.

Sementara, video yang ditampilkan yang diviralkan tersebut adalah sebuah rajutan dari potongan-potongan scene. Potongan tersebut kemudian disambungkan, sedemikian rupa sehingga umat islam harus mengalakan Ahok dengan meniru gerakan di FIS, yaitu menggunakan masjid-masjid, untuk mengalahkan Ahok.

Sementara pada video sesungguhnya, justru bertolak belakang. Cerita mengenai FIS yang berakhir tanpa ada hubungannya dengan konteks strategi pemenangan pilkada itu kemudian dipotong. Bagian yang dipotong kemudian disambung untuk seruan mengalahkan ahok, justru diambil dari bagian strategi pemenangan Jokowi (dan wakilnya Ahok ) dalam mengalahkan Fauzi Bowo (Foke). Padahal Eep sedang menjelaskan startegi pemenangan Jokowi, yang kemudian ditawarkan dengan mengajak umat islam menggunakan strategi yang sama ketika dia membawa Jokowi memenangkan pilkada 2012 tersebut.

Silakan diihat kembali video dengan durasi panjangnya 30 menit tersebut, dimana cerita tentang Fis ada pada menit ke-7:10 sampai ke-9:38. Sementara potongan yang disambungkan ada pada menit ke-13:58. Kasus ini sebenarnya sambung menyambung.

Semoga penjelasan ini bisa kembali menjernihkan duduk soal, dan kita tidak terjebak oleh fitnah yang terus diproduksi untuk sekedar memenangkan calon tertentu tapi mengorbankan moralitas mereka sendiri. Lebih baik bekerja dan fokus pada program atau mengkritisi program lawan masing-masing ketimbang aktif memproduksi fitnah.

Ngomong-ngomon kapan nih poling pilkada oleh SMRC, Charta Politika atau Indikator politik? Biasanya dua minggu sebelum pencoblosan dah dikeluarin?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s