SEJARAH MUSLIM BURMA PADA MASA RAJA-RAJA

Burma adalah negara yang di masa modern ini berbatasn dengan lima negara yaitu Bangladesh, India, China, Laos dan Thailand. Perbatasan wilayah tersebut mewakili ras dan etnik yang berbeda. Yang paling kontras adalah ras India dan Bengals, pada masa sekarang adalah negara Banglades yang berada di wilayah perbatasan Barat Laut dan Utara. Negara ini berbatasan dengan Rakhine State, dahulu dinamakan Arakan. Rakhine sendiri mewakili nama dari sebuah etnis. Karena wilayah Arakan ini berbatasan dengan garis pantai laut Bengal di Samudra hindia, maka menjadi tempat yang memungkinkan kontak kapal-kapal laut asing.

http://www.flickr.com/photos/blessing_flowers/galleries/72157636931617773

Continue reading

Bagaimana Memahami Al-Quran ?

“Tulisan ini disadur dari laman Facebook Nadirsyah Hosen, seorang intelektual muda Indonesia yang merupakan Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Semoga bermanfaat “—-

Jika dihadapan kita terdapat sebuah ayat al-Qur’an, apa yang akan kita perbuat terhadap teks suci tersebut? Paling tidak, kita akan membaca, mencoba memahami dan kemudian mencoba menafsirkannya. Bagaimana kita membaca, memahami dan menafsirkan al-Qur’an? Bagaimana seorang manusia yang lemah dan hina seperti kita dapat memahami makna sebuah ayat yang pada dasarnya merupakan “bahasa” Allah?

quran

Continue reading

Mengenal sejarah penulisan kitab ushul al-fiqh

“Tulisan ini saya sadur secara utuh dari laman Facebook Nadirsyah Hosen, seorang scholar yang juga merupakan Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School. Mudah-mudahan berguna.” —

Sebelum mengeluakan fatwa, para ulama harus terlebih dahulu mengetahui kaidah yang dapat digunakan untuk menggali hukum amaliah dari dalil yang terperinci. Pengetahuan ini bersumber dari disiplin ilmu klasik, yaitu Ushul al-Fiqh. Tiada fiqh tanpa melalui Ushul al-Fiqh. Kalau ilmu fiqh bicara soal halal-haram, maka ilmu Ushul al-Fiqh bicara proses yang mendasari halal-haram tersebut.

ushul-fiqh

Continue reading

MENGENAL MASYARAKAT ARAB MEKKAH DI AWAL PERLEMBANGAN ISLAM

Islam dan populasi umatnya, adalah signifikan keberadaannya dalam lalulintas peradaban dan perkembangan demografi. Satu dari lima penduduk dunia adalah Muslim, atau secara total kurang lebih berjumlah sekitar 1,5 milyard manusia di dunia ini. Secara teritorial (geographis)mencakup pusat dunia/bumi yang membentuk seperti ikat pinggang dunia.  Bahkan menyebar di persimpangan Amerika, Eropa dan Rusia di satu sisi dengan Afrika, India dan China di sisi lain. Bentangan inilah yang membuat Islam/muslim menjadi penting dalam kancah politik, ekonomi dan budaya. Bahkan menjadi salah satu agama dunia yang paling terkenal selama abad 21 ini sehingga menjadikannya representasi kekuatan universal.

arab-sihoutte

Continue reading

KIP ATAU KJP

Baru-baru ini dua program subsidi dalam bidang pendidikan diangkat dalam berita terkait pilkada DKI.Dua program itu adalah Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Jakarta Pintar. Anies Baswedan mengatakan, bahwa KIP ditolak oleh Gubernur Ahok, dengan alasan sudah ada KJP dan menghindari anggaran double. Anies berandai, bila dia menjadi gubernur, maka dia akan menerima KIP sambil menjalankan KJP.
kartu-indonesia-pintar

Continue reading

Amin al-Husayni dalam Pusaran Perjuangan Palestina (11)

MUNCULNYA GERAKAN MILITAN

Dari Kongres ini figur seorang Amin al-Husayni semakin diakui sebagai representasi pemimpin Palestina yang muncul dari background gerakan keagamaan. Namun seperti banyak karakter pemimpin Arab lainnya, mereka sulit menerima pihak yang tidak setuju dengan cara mereka berjuang. Sikap oposisi atau ketidaksetujuan dianggap adalah sikap memenentang. Begitu pula dengan figur Amin al-Husayni sebagai pemimpin. Bersebrangan atau menentangnya, bisa disalahartikan sebagai tindakan yang tidak nasionalis, bahkan berbeda ideology. Continue reading

Amin al-Husayni dalam Pusaran Perjuangan Palestina (10)

KONGRES ISLAM

Setelah bulan Februari 1931 dikeluarkan Black Papers, Mufti Amin al-Husayni menyusun langkah-langkah diplomasi dengan melakukan pendekatan sentimen keagamaan terhadap isu Palestina. Menyadari bahwa ini adalah langkah yang dianggap mempunyai sentimen besar dan melawan sekat bangsa dan negara. Jika menjelang 1920-an, Amin begitu sadar akan nasionalisme Arab, memperjuangkan terbentuk Greater Syria, kini dia mencoba menggalang gerakan Pan-Islam. Continue reading